Perulangan / Looping Dalam Borland C++

Dalam bahasa C++ tersedia suatu fasilitas yang digunakan untuk melakukan proses yang berulangulang sebanyak keinginan kita. Misalnya saja, bila kita ingin menginput dan mencetak bilangan dari 1 sampai 100 bahkan 1000, tentunya kita akan merasa kesulitan. Namun dengan struktur perulangan proses, kita tidak perlu menuliskan perintah sampai 100 atau 1000 kali, cukup dengan beberapa perintah saja. Struktur perulangan dalam bahasa C mempunyai bentuk yang bermacam-macam. Sebuah / kelompok instruksi diulang untuk jumlah pengulangan tertentu. Baik yang terdifinisikan sebelumnya ataupun tidak.

Andakata diminta menjumlahkan 10 buah bilangan yang dimasukkan melalui keyboard dan kita myelesaikan masalah diatas dengan meggunakn sturtur sqeuence dan runtutan maka algoritmanya sebagai berikut:

input(x1)

input(x2)

input(x3)

input(x4)

input(x5)

input(x6)

input(x7)

input(x8)

input(x9)

input(x10)

jumlah=x1+x2+x3+X4+X5+x6+x7+x8+x9+x10 output(jumlah)

pseudocode diatas benar tetpi tidak efisien. Bayangkan saa, seandainya data yang harus dijumlahkan relatif besar, misalnya 100 buah,maka betapa banyaknya baris intstruksi untuk mebaca dan penjangnya penulisan instruksi untk menumlahkn datanya. Untuk maslah ini, solusinya adalah penggunaan struktur perulangan atau iteration.

Jumlah=0

for i=1 to 100 do

input(x)

jumlah=jumlah+X

endfor

uotput(jumlah)

instrksi perulangan digunakan untk menjalankan satu atau berapa instruksi sebanyak beberapa kali jika suatu kondisi terpenuhi. Instruksi perlangan memunginkan kita untuk menjalankan beberapa instruksi hanya degan menulisan instruksi tersenut satu kali saja. Proses perlangan biasanya digunakan untuk :

  1. mengulang proses pemasukan data
  2. mengulang poses prhitngan
  3. mengulang proses penampilan hasil pengolahan data.

Struktur perulangan terdiri atas empt bagian:

  1. kondisi perulanan , yaitu ekspresi boolean yang harus dipenuhi untuk melaksnakan perulangan. Kondisi ini bisa dinyataka secra eksplisit oleh pemrograman atau secara implisit oleh komputer.
  2. badan perulangan, yaitu satu atau lebih instruksi yang akan diulang.
  3. inisialisasi, yaitu aksi yang dilakkan sebelum perulangan dilkukan pertama kali.
  4. terminasi, yaitu aksi yang menakibatkan perulangan dihentikan.

Didalam algoritma terdapat bebrapa macam struktur perlangan.berapa struktur perulangan dapat dipakai untuk menyelesaikan masalah yang sama tetapi ada struktur perulangan yang hanya cocok dipakai untuk masalah tertentu. Pemilian struktur perulangan untuk penyelesaikan suatu masalah dapat mempengaruhi kebenaran algoritma yang dibuat. Pemilian struktur perulangan yang tepat tergantung pad masalah yang akan diselesaikan.

Macam – macam struktur perulangan:

  1. instruksi FOR
  2. instruksi WHILE
  3. instruksi DO-WHILE

dalma bahasa pemrograman, proses perulangan ditangani dengan,mekanisme yang dinamakan LOOP. Degan mekanisme LOOP ini,suatu proses yang berulang dapat diimplementasikan degan pernyataan- pernyataan yang relatif pendek.

(1) Struktur Perulangan “FOR”

Struktur perulangan for biasa digunakan untuk mengulang suatu proses yang telah diketahui jumlah perulangannya. Dari segi penulisannya, struktur perulangan for tampaknya lebih efisien karena susunannya lebih simpel dan sederhana.

Pernyataan for digunakan untuk melakukan looping. Pada umumnya looping yang dilakukan oleh for telah diketahui batas awal, syarat looping dan perubahannya. Selama kondisi terpenuhi, maka pernyataan akan terus dieksekusi.

Pernyataan FOR mempunyai 3 parameter yaitu:

  1. nilai awal (initial value)
  2. test kondisi yang menentukan akhir dari LOOP
  3. penentu perubahan nilai.

Bentuk umum perulangan for adalah sebagai berikut :

for ( ungkapan1; ungkapan2; ungkapan3)

Pernyataan;

 

 

Keterangan :

  • Ungkapan1 merupakan pernyataan inisialisasi
  • Ungkapan 2 sebagai kondisi yang menentukan pengulangan thd pernyataan
  • Ungkapan 3 sebagai pengatur variabel yang digunakan di ungkapan1

Bentuk FOR pseudocode format naik:

for indeks=nilai_awal to nilai_akhir do

<instruksi/blokinstruksi>

endfor.

Bentuk umum flowchart : 

cara kerja :

  1. indeks di-assign dengan nilai awal
  2. indeks dibandingkan dengan nilai akhir.
  3. jika indeks <= nilai akhir maka
  4. badan loop dikejakan.
  5. secara otomatis nilai indeks ditambah 1.
  6. indeks dibandingkan dengan nilai akhir.
  7. jika indeks > nilai akhir,maka akan dikerjakan perintah sesudah “endfor” (badan loop).

Bentuk umum pseudocode format turun:

for indeks=nilai_awal downto niali_akhir do

<instruksi/blok instrksi>

endfor

Contoh :

  1. indeks perulangan naik:

for i=1 to 3 do

output (I)

endfor

  1. indeks perulangan turun:

for i=1 downto 3 do

output (I)

endfor

sintaksis perintah FOR:

for(initial value;condition_expr;incremetal_expr)

yang perlu diperatikan dalam sintaksi penggunaan tanda titikkoma (;) sebaai pemisah parameter dalam sintaksis FOR, sintaksis tersebut memliki :

  1. ekspresi inisialisasilah yang memberikan nilai awal pada variable  kontrol LOOP FOR dan memberitahu program dimana dapat memulai LOOP. Sebai contoh a=1 menginisialkan variable kontrol a dengan 1         dan memulai LOOP pada a=1.
  2. ekspresi kondisi. Jika teskondisi bernilai salah, maka LOOP akan berhenti.sebagai contoh a <= 3 prgram akan melakukan tes apakah variabel a lebih kecil atau sama dengan 3 ,jikaa lebh besa dari 3 mka LOOP akan dihentikan.
  3. eksprsi perubahan nilai yang akan berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan nilai dari variable kontrol. Ekspresi perubahan nilai ini dapat berupa nilai positif(penaikkan) atau nilai negatif(penurunan). Operasi penaikkan nilai dapat menggunakan operator ++, yang artinya setiap loop operator ++ akan menambah nilai 1 ke variable kontrol. Sedangkan untuk penurunan nilai dapat mengunakan operator –.

contoh pogram looping menggunakan FOR :

//program mencetak nilai 3 sampai 0

#include <iostream>

#include <conio.h>

using namespace std;

main(){

int i;

for (i=3; i>0;i–)

cout<<i<<endl;

}

tampilan :

program tersebut mempunyai sebuah LOOP FOR yang memiliki parameter sebagai berikut:

  1. nilai awal variable I adalah 3(i=3)
  2. tes kondisi variable I lebih besar dari 0(i>0)
  3. perubahan nilai I setiap proses adalah berkurang 1 (I–)

tampilan program tersebut :

3

2

1

perhatkan pada LOOP FOR dar program tersebut.  Loop akan dikerjakan dengan nilai awal i=3 dan selama i>0, degan perubahan nilai  adalah berkurang. Di dalam bagia parameter kondisi, kita bisa mengubah dengan perintah i>=1. Hasilnya akan sama karena loop akan dkerjakan selama i>=1, berarti loop ak berhenti jika nilai <1 yaitu 0, segingga nilai 0 tetap tidak ikut dicetak.

Loop FOR juga dapat berupa loopyang bersarang artinya ada loop perulangan FOR didalam sebuah loop FOR yang lainnya.

Perhatikan contoh berikut:

//program bersarang

#include <iostream>

#include <conio.h>

using namespace std;

main(){

int I,j;

for (i=1;i<=3;i++)

for(j=1;j<=4;j++)

cout<<”i=”<<i<<” j=”<<j<<endl;

}

tampilan :

 

tampilan program:

i=1          j=1

i=1          j=2

i=1          j=3

i=1          j=4

i=2          j=1

i=2          j=2

i=2          j=3

i=2          j=4

i=3          j=1

i=3          j=2

i=3          j=3

i=3          j=4

terjadi perulangan sebanyak 12 kali. Dapat dihitung bahwa perulangan for yang dengan variable j terjadi perulangan sebanyak 4 kali, sedangkan setiap perulangan variable j brada dalam perlangan segan variabl I. Denga demikia, terjadi perulangan 4×3=12. Standar ANSI mengizinkan kita untk membuat FOR bersarang sampai level 15, artinya sebuah perulangan FOR dapat memuat struktur for lainnya sampai 14 for. Namun, ada juga kompiler yang menizinkan kita membuat for sampai lebih dari 15 level.

Contoh program FOR untuk menampilkan bilangan genap:

tampilan :

 

 

Pernyataan for dapat berada di dalam pernyataan for lainnya yang biasa disebut nested for.

Contoh program For di dalam for sbb :

 

Tampilan:

 

(2) Struktur Perulangan “ WHILE”

Perulangan WHILE banyak digunakan pada program yang terstruktur. Perulangan ini banyak digunakan bila jumlah perulangannya belum diketahui. Proses perulangan akan terus berlanjut selama kondisinya bernilai benar (≠0) dan akan berhenti bila kondisinya bernilai salah (=0).

bentuk umum pseudocode :

while<kondisi> do

<instruksi/blok instruksi>

endwhile

Bentuk Umum flowchart :

cara kerja :

  1. sebelum masuk ke while-loop kondisi yang merupakan ekspresi oolean harus sudah mempunyai nilai.
  2. jika kondisi true ,maka seluruhbadan loop dikejakan.
  3. dicek kembali apakah kondisi benilai true ataufalse. Jika kondisi bernilai true, maka tidak ad perubahan,artinya kembali mengerjakan badan loop. Jika kondisi bernilai false, maka langsung mengerjakan statement pertama sesuda loop WHILE.
  4. loopingbeenti setelah kondisi berniai false, sehingga harus ada statement yang mengakibatkan kondisi bernilaifalse. Namun, jikakondisi teap true, artinya,ika tidak ada statement yang megakibtkan kondisi bernilai false, maka terjadi infinite loop.

Sintaksis statement WHILE:

while (condition_expr)

{statement-statement}

perhatikan contoh berikut:

//program while sederhana

#include <iostream>

#include <conio.h>

using namespace std;

main (){

int i;

i=3;

while(i>0){

cout<<“\n i=”<<i;

i–;

}}

tampilan program tersebut sebagai berikut:

3

2

1

yang peru diigat , bahwa sebelum mask kedalam loop. Proram akanmelkkan tes terhadap kondisi loop dari while .jika kondisi terpenuhi maka program aka mengeksekusi statement yang ada dalam loop while. Namun, jika kondisi terpenuhi , mka program akan keluar dari loop dan akan mengeksekusi bais perinah selanjutnya .mengapa mengunkan tanda {} dalalm loop-while? Jika sebuah struktur perulagan memiliki lebih dari satu statement dalam loop,maka harus menggunaka {}. bagaimanajika tidak meggunakan tanda {} dalam struktur perulngan whle yang memiliki lebih dari satu statement?misalnya progra yangdi atas dirubah menjadi seperti dibawah ini:

//program while sederhana tanpa {}

#include <iostream>

#include <conio.h>

using namespace std;

main (){

int i;

i=3;

while(i>0)

cout<<i<<endl;

i–;

}

tampilan :

 

program akan brjalanterus degan menamilkan3.hal ini terjaad karna progam menanggap bhwa oop whle hanymemiliki satu statement yaiu cout sedangkan statement I– berada di uar lop while, sehingga penontrol nilai I tidak ada. Nilai iakan terus bernilai 3,sehingga while tidak akan berhenti.

Pengujian ungkapan pada while dilakukan sebelum bagian pernyataan, Oleh karena itu ada kemungkinan bagian pernyataan pada while tidak dijalankan sama sekali, yaitu kalau kondisi yang pertama kali bernilai salah. Perhtikan gambar flowchart berikut : Catatan : Jika menggunakan while pastikan bahawa pada suatu saat ungkapan pada while bernilai salah. Jika tidak demikian pernyataan yang mengikutinya akan dijalankan selamanya.

Berikut contoh program perulangan dengan while untuk menampilkan “ C++” sebanyak 10 kali.

CONTOH WHILE

tampilan :

 

(3) Struktur DO-WHLE

Pada dasarnya struktur perulangan do….while sama saja dengan struktur while, hanya saja pada proses perulangan dengan while, seleksi berada di while yang letaknya di atas sementara pada perulangan do….while, seleksi while berada di bawah batas perulangan. Jadi dengan menggunakan struktur do…while sekurang-kurangnya akan terjadi satu kali perulangan.

Pada struktur do-while kondisi pengecekan ditempatkan di bagian akhir. Hal ini menyebabkan struktur pengulangan ini minimal akan melakukan satu kali proses walaupun kondisi yang didefinisikan tidak terpenuhi (bernilai salah).

Flowcart Do while :

 

bentuk umum algoritma do -while :

do

<instruksi/blok instruksi>

while<kondisi>

contoh progam:

#include <iostream>

#include <conio.h>

using namespace std;

main (){

int i;

i=3;

while(i>3){

cout<<i<<endl;

i–;

}cout<<“\n \n akhir program\n\n”;

}

tampilan :

tampilan program:

akhir program

program tersebut akan lansgung mengksekusi bagianakhir program karena kondisi dari loop While saat program dijalnkan sudah tidak memenuhi kondisi .

//Program do-while

#include <iostream>

#include <conio.h>

using namespace std;

main (){

int i;

i=3;

do{

cout<<i<<endl;

i–;

}while(i>3);

cout<<“\n\nakhir program \n\n”;

}

tampilan :

tampilan progam :

3

akhir program

terlihat pada prgam yag aka mask ke oop baru melakukan tes kondisi, sehinga minimalsatu kali lop akan dikerjakan. While menjadi satu kesatuan dengan do dalam instruksi do-while, setelah while harusdi akhiri dengan titik koma (;) seprti contoh while(i>3); sedangkan untuk instruksi while itu seniri jagan diberi tanda titik koma.

Bentuk umum dari struktur do-while.

do {

pernyataan 1;

pernyataan 2;

…. pernyataan n ; }while (ungkapan)

 

Catatan :

  • Bagian pernyataan1 hingga N dijalankan secara berulang sampai dengan ungkapan bernilai salah (=0).
  • Berbeda dengan while, pengujian ungkapan dilakukan di bagianbelakang (setelah bagian pernyataan).
  • Dengan demikian bagian pernyataan pada pengujian do – while minimal· akan dijalankan satu kali.

 

 

 

Iklan

Sejarah Manajemen

A. Lahirnya Manajemen 

Manusia yang dianugerahi akal dan hawa nafsu menjadikannya sebagai makhluk yang mulia dan beradab.Atau sebaliknya malah menjadi makhluk hina dan durhaka. Dengan anugerah akal dan hawa nafsu tersebut, rasa ingin berbeda, berkembang, di akui, hingga ingin berkreasi seolah pencipta, menggiring manusia selalu berencana dan berusaha. 
Paragraf di atas seolah menjawab bagaimana latar belakang lahir nya manajemen di muka bumi ini. Jika anda bertanya ” masa cuma gitu doank?” ..

yah menurut analisis saya memang seperti itu lah faktanya. Fakta bahwa lahirnya Manajemen untuk tumbuh menjadi Ilmu Manajemen yang ada saat ini disebabkan manajemen itu berasal dari manusia yang memiliki akal dan nafsu untuk melakukan apa yang menurutnya dapat membuatnya menjadi berkembang dan berbeda. Manusia berencana, berusaha, membuat visi-misi hidupnya. Sekalipun tidak tertulis secara sistematis layaknya makalah dan artikel. Artinya, dalam diri manusia secara individual sebenarnya fungsi manajemen itu telah ada sejak ia lahir ke dunia. Dengan kata lain, manusia itu menjadi manajer sekaligus anggota dalam dirinya.
Lantas, jika kita kaitkan dengan teori ilmu manajemen, apakah akan berbeda? tentu tidak. Alasannya karena paragraf di atas hanya berlaku untuk pengertian manajemen secara harfiyah saja. Harfiyah maksud saya, karena pengertian manajemen tersebut secara etimologi hanya merupakan ” Mengatur, Mengelola,Mengurus’.

Untuk bahasan mengenai definisi atau pengertian manajemen, nanti akan saya bahas tersendiri.

Kembali ke pokok bahasan, yaitu tentang sejarah manajemen. heheh

Di atas telah saya uraikan bahwa lahirnya manajemen berasal dari diri dan ego pribadi manusia. Manajemen orang-perorang.Karena setiap orang adalah pemimpin bagi dirinya, untuk kemudian dapat memimpin selain dirinya  (orang lain )dengan baik.
B. Sejarah Peradaban Manajemen
Dalam sejarah peradaban, Manusia berada di muka bumi kira-kira 6000 tahun yang lalu. Walaupun berbagai aspek sejarah ada beberapa yang mengemukakan bahwa Manusia telah ada ratusan ribu tahun yang lalu di bumi. Pertumbuhan manusia yang pesat membuat adanya golongan-golongan yang membuat mereka mendirikan komunitas besar yang nantinya akan menjadi sebuah Negara. Akan lahir bangsa-bangsa, seperti bangsa Kana’an di zaman nabi Nuh, Bangsa Shadom di zaman Nabi Luth, Bangsa Mesir di zaman Nabi Ya’qub, dan sebagainya. Akan tetapi bukti adanya praktek manajerial yang besar baru ditemukan sejak zaman bangsa Mesir kuno yang berhasil membangun piramida. Ketika itu bangsa Mesir telah menerapkan manajemen konstruksi bangunan yang hingga saat ini belum tuntas diperbincangkan oleh para ahli.
Bagaimana mereka membuat rancangan bangunan sebesar piramida? Hal tersebut memang harus kita akui sebagai mahakarya manusia yang patut di kagumi. Namun bukan itu yang menjadi bahasan kita. Bahasan yang menjadi topik kita adalah “apakah piramid dibangun oleh satu orang saja? atau lebih dari satu orang? ”
Dari aspek sejarah belum dapat dipastikan apakah memang alien ikut membantu mereka untuk mewujudkan bangunan piramida tersebut. Yang pasti adalah bahwa saat itu telah ada kerajaan, kekuasaan, kepemimpinan, dan adanya rakyat. Dengan beberapa aspek inilah tumbuhnya praktek manajemen yang terstruktur. Mereka merencanakan bentuk bangunan, mempekerjakan rakyat, di awasi, dikendalikan, kemudian diperhitungkan fungsi-fungsinya.
Begitulah seterusnya manusia, bergeser lagi ke zaman yunani kuno, romawi, persia, semi modern, hingga saat ini, semua aspek-aspek unsur yang ada dalam manajemen sebenarnya tidak ada perubahan. Yang ada hanyalah pergeseran teori , hingga kita kenal ada teori manajemen klasik, teori manajemen semi modern, dan teori manajemen modern.

Preprocessor C++

Bahasa C++ mencakup beberapa instruksi preprocessor yang digunakan untuk memberikan suatu perintah pada compiler. Beberapa instruksi-instruksi preprocessor tersebut adalah :

#define

#else

#include

#pragma

Masin-masing fungsi tersebut di atas akan dijelaskan secara singkat di dalam bab ini. (Instruksi yang berhubungan dengan #elif, #else, #endif, #ifdef dan #ifndef semuanya dijelaskan dalam #if)

#define

“#define” digunakn untuk melaksanakan subtitusi makro dari satu lembar teks ke lembar teks yang lainmelalui suatu file dimana teks tersebut digunakan. Berikut ini bentuk yang biasa dipakai :

#define name character-sequence

Perhatikan bahwa dalam perintah ini, tidak ada tanda titik koma. Selanjutnya diawal bila karakter awal telah berhasil maka dia akan berhenti hanya pada akhir baris. Contoh, jika ingin memakai “TRUE” untuk angka 1 dan “FALSE” untuk angka 0, maka kita buat dua #define makro :
#define TRUE 1

#define FALSE 0
Pada contoh tersebut, compiler akan mengganti 1 dan 0 setiap menjumpai TRUE dan FALSE.

Instruksi #define mempunyai feature kuat yang lain : suatu makro dapat mempunyai argument. Makro yang mempunyai argument akan bekerja hampir sama dengan fungsi. Satiap ditemukan makro, maka argument akan bergabung dangan makro yang ditempatkan oleh argument actual tersebut yang berada pada program.
Contoh :

#include

#define ABS(a) (a)<0 ? – (a) : (a)

main(void)

{

printf(“abs of -1 and 1: %d %d”, ABS(-1), ABS(1));

return 0;

}

Ketika program tersebut decompile, “a” pada defenisi makro akan diganti dengan angka -1 dan 1, tanda kurung yang ada di “a” sangat diperlukan untuk meyakinkan subtitusi pada semua hal yang semestinya.
Contoh, jika tanda kurung pada “a” dihilangkan maka ekspresi :
ABS(10-20)
akan dikembalikan pada :
10-20<0 ? -10-20 :10-20
Dan akan mempunyai hasil yang salah.
Penggunaan subtitusi makro pada tempat yang riil, mempunyai satu keuntungan utama : yaitu akan mempercepat kode karena tidak ada “overhead” untuk panggilan fungsi yang didatangkan.

Namun demikian, percepatan tersebut akan membuat program semakin besar. Hal ini desebabkan karena adanya duplikat kode.
#if, #ifdef, #ifndef, #else, #elif, #endif

Instruksi-instruksi processor tersebut digunakan pada beberapa porsi variasi compile program secara selektif. Logika yang umum adalah bahwa jika suatu ekspresi setelah #if, #if def atau #ifndef adalah benar, maka kode yang berada diantara salah satu dari meraka dan #endif, akan tersusun, tapi jika yang terjadi sebaliknya, maka akan terlewati. #endif digunakan untuk menandai akhir suatu blok. Instruksi #else dapat digunakan dengan salah satu dari mereka denga cara yang sama, yaitu dengan “else” pada perintah C.

Beerikut ini bentuk yang biasa dipakai pada #if :

#if constant-ekspresion

Jika ekspresi konstanta tersebut benar, mka blok kode akan tersusun.
Berikut ini bentuk yang biasa dipakai pada #ifdef :

#ifdef macro-name

Jika nama makro (macro-name) telah ditentukan dengan perintah #define, maka blok kode berikutnya akan tersusun.

Contoh berikut ini adal;ah tentang cara beberapa instruksi preprocessor yang bekerja dengan code :
#include

#define ted 10

main(void)

{

#ifdef ted

printf (“Hi Tex\n”);

#endif

printf (“bye-bye\n”);

#of 10<9

printf (“Hi George\n”);

#endif

}
Program tersebut akan mencetak “Hi Ted” dan “bye-bye” pada layar, tapi bukan “Hi George”. Instruksi #elif digunakan untuk membuat suatu perintah “if-else-if”. Berikut ini bentuk yang seering dipakai :

#elif constant-expression

#elif dapat digunakan dengan #if, tapi tidak dengan #ifdef atau ifndef.
Kita juga dapat menggunakan #if atau #elif untuk menentukan jika macro name telah didefinisikan dengan menggunakan operator “defined” preprocessing.
Bentuk yang biasa dipakai adalah :

#if defined macro-name

statement sequence

#endif

Jika nama makro telah didefinisikan, maka perintah yang benar akan tersusun, jika sebaliknya maka akan terlompati. Misalnya, program ini akan menyusun conditional code, karena “DEBUG” telah didefinisikan oleh program :

#include

#define DEBUG

main()

{

int i=100;

/*…*/

#if defined DEBUG

printf (“value of i is : %d/n”, i);

#endif

/*…*/

}

Kita juga dapat mendahulukan “defined” dengan operator ! untuk menjadikan compilasi conditional jika macro tidak didefinisikan.
#include

Instruksi preprocessor #include akan memerintah compiler untuk membaca dan menyusun file sumber yang lain.

Bentuk yang biasa dipakai adalah :

#include “filename”

#include

File sumber yang akan dibaca harus ditutup antara dua tanda petik atau dua tanda kurung lancip. Jika nama file ditutup dengan tand a kurung lancip, maka file akan dicari dengan cara yang telah ditentukan oleh kreasi dari compiler.

Sering kali hal ini berarti suatu pencarian beberapa directory khusus yang didalamnya terdapat file.

Jika nama file ditutup dengan tanda kurung, maka file akan dicari dengan cara lain yang telah ditentukan implementasinya. Pada beberapa implementasi hal ini berarti pencarian directory yang sedang aktif. Jika file tidak ditemukan mala pencarian akan diulang seolah nama file ditutp dengan tanda kurung lancip.

#include dapat diletakkan pada file-file yang ada lainnya. Contoh :

#include “stdio.h”

Akan memerintah compiler C untuk membaca dan menyusun header untuk file disk library rutin.

#pragma

Instruksi #pragma adalah suatu instruksi yang telah didefiniskan implementasinya, yang memungkinkan suatu variasi instruksi yang diberikan pada compiler. Contoh suatu compiler mungkin mempunyai suatu pilihan mendukung pembuatan penggandaan program. Pilihan penggandaan (trace), kemudian akan ditentukan oleh perintah #pragma.

Mengapa Kita Harus Memakai Bahasa C

Bahasa C populer digunakan untuk menulis program sistem operasi. Beberapa sistem operasi ternama seperti Unix, Microsoft Windows, Mac OS X, dan GNU/Linux , semuanya ditulis dalam bahasa C. Tidak hanya itu, bahasa C menjadi inspirasi bahasa-bahasa pemrograman lainnya. Bahasa Perl, PHP , dan Phyton ditulis menggunakan bahasa C. Dengan mempelajari bahasa C, kita dapat memahami konsep dasar dari bahasa –  bahasa pemrograman lainnya yang dibangun berdasarkan C. 

Desain utama dari C adalah untuk menghasilkan kode portabel tetap menjaga kinerja dan meminimalkan jejak, seperti halnya untuk sistem operasi atau program lain di mana “tingkat tinggi” antarmuka akan mempengaruhi kinerja. Ini adalah bahasa yang stabil dan matang yang fitur tidak mungkin menghilang untuk waktu yang lama dan telah porting ke sebagian besar, jika tidak semua, platform. Misalnya, program C dapat dikompilasi dan dijalankan di kalkulator HP 50g (prosesor ARM), kalkulator TI-89 (68000 prosesor), Palm OS Cobalt smartphone (prosesor ARM), iMac asli (PowerPC), Arduino (Atmel AVR), dan iMac Intel (Intel Core 2 Duo). Sementara hampir semua bahasa pemrograman populer akan berjalan pada setidaknya salah satu perangkat, C dapat menjadi bahasa pemrograman yang berjalan pada lebih dari 3 perangkat tersebut. Salah satu alasan kuat adalah alokasi memori.

 Tidak seperti bahasa komputer yang paling tinggi, C memungkinkan programmer untuk menulis langsung ke memori. Konstruksi kunci dalam C seperti struct, pointer dan array dirancang untuk struktur, dan memanipulasi memori dengan cara, efisien mesin-independen. Secara khusus, C memberikan kontrol atas tata letak memori struktur data. Selain itu alokasi memori dinamis adalah di bawah kendali programmer, yang pasti berarti bahwa dealokasi memori beban programmer.

 Bahasa seperti Java dan Perl perisai programmer dari keharusan untuk khawatir tentang alokasi memori dan pointer. Ini biasanya hal yang baik, karena berurusan dengan alokasi memori ketika membangun sebuah program tingkat tinggi adalah kesalahan yang sangat rawan proses. Namun, ketika berhadapan dengan kode tingkat rendah seperti bagian dari OS yang mengontrol perangkat, C menyediakan antarmuka, seragam bersih. Kemampuan ini hanya tidak ada dalam bahasa lain seperti Jawa. Sedangkan Perl, PHP, Python dan Ruby mungkin kuat dan mendukung banyak fitur yang tidak disediakan secara default di C, mereka biasanya tidak diimplementasikan dalam bahasa mereka sendiri. Sebaliknya, kebanyakan bahasa seperti pada awalnya bergantung pada yang ditulis dalam C (atau bahasa pemrograman lain kinerja tinggi), dan akan membutuhkan implementasi mereka menjadi porting ke platform baru sebelum mereka dapat digunakan.

 Seperti dengan semua bahasa pemrograman, apakah Anda ingin memilih C lebih dari yang lain bahasa tingkat tinggi adalah masalah pendapat dan persyaratan baik teknis dan bisnis.
Sumber : WikiBuku

Hierarki Data

Data harus disusun secara teratur agar pengolahannya dapat dilakukan dengan baik dan efisien. Pengorganisasian data dapat dibagi dalam enam tingkatan, yaitu :

Bit adalah suatu sistem angka biner yang terdiri atas dua macam nilai saja, yaitu 0 dan 1. Sistem angka biner merupakan dasar dasar yang dapat digunakan untuk komunikasi antara manusia dan mesin (komputer) yang merupakan sekumpulan komponen elektronik dan hanya dapat membedakan dua keadaan saja (on dan off). Jadi bit adalah unit terkecil dari pembentuk data.

Byte adalah bagian terkecil yang dapat dialamatkan dalam memori. Byte merupakan sekumpulan bit yang secara konvensional terdiri atas kombinasi delapan bit. Satu byte digunakan untuk mengkodekan satu buah karakter dalam memori. Contoh: Kode Ascii untuk J ialah 10101010. Jadi byte adalah kumpulan bit yang membentuk satu karakter (huruf, angka, atau tanda). Dengan kombinasi 8 bit, dapat diperoleh 256 karakter (= 2 pangkat 8).

Field atau kolom adalah unit terkecil yang disebut data. Field merupakan sekumpulan byte yang mempunyai makna. Contoh: Joni yang merupakan field nama. Jadi field ibarat kumpulan karakter yang membentuk suatu kata.

Record atau baris adalah kumpulan item yang secara logic saling berhubungan. Setiap record dapat dikenali oleh sesuatu yang mengenalinya, yaitu field kunci. Jadi record ibarat kumpulan kata yang membentuk satu kalimat yang berarti, misal gambar 1 mewakili kalimat: Joni memenmpuh mata kuliah MIS (kode IS101) dengan nilai A. 

File atau tabel adalah kumpulan record yang sejenis dan secara logic berhubungan. Pembuatan dan pemeliharaan file adalah faktor yang sangat penting dalam sistem informasi manajemen yang memakai komputer. Jadi tabel ibarat kumpulan baris/record yang membentuk satu tabel yang berarti, misal gambar 2 mewakili tabel nilai mata kuliah MIS.

File Kursus Database merupakan kumpulan file-file yang berhubungan secara logis dan digunakan secara rutin pada operasi-operasi sistem informasi manajemen. Semua database umumnya berisi elemen-elemen data yang disusun ke dalam file-file yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi data untuk kegunaan tertentu. Jadi, suatu database adalah menunjukkan suatu kumpulan tabel yang dipakai dalam suatu lingkup perusahaan atau instansi untuk tujuan tertentu.

Contoh suatu database adalah database akademik yang berisi file-file: mahasiswa, dosen, kurikulum, dan jadwal yang diperlukan untuk mendukung operasi sistim informasi akademik.Category: Pengantar DatabaseData harus disusun secara teratur agar pengolahannya dapat dilakukan dengan baik dan efisien.

Perencanaan (Planning) Dasar Manajemen

Perencanaan secara garis besar diartikan seagai proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkann rencana aktivitas kerja organisasi. Pada dasarnya yang dimaksud perencanaan yaitu memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan apa (what), siapa (who), kapan (when), dimana (where), mengapa (why), dan bagaimana (how).

Jadi perencanaan yaitu fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan pemilihan dari sekumpulan kegiatan-kegiatan dan pemutusan tujuan-tujuan, kebijaksanaan-kebijaksanaan serta programprogram yang dilakukan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan berjalan. Rencana dapat berupa rencana informal atau secara formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal adalah merupakan bersama anggota korporasi, artinya setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ami guitar dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan. Dalam sebuah perencanaan terdapat unsur-unsur perencanaan. Perencanaan yang baik harus dapat menjawab enam pertanyaan yang disebut sebagai unsurunsur perencanaan. Unsur pertama adalah tindakan apa yang harus dikerjakan, kedua ada sebabnya rindakan tersebut harus dilakukan, ketiga dimana tindakan tersebut dilakukan, keempat kapa tindakan tersebut dilakukan, kelima siapa yang akan melakukan tindakan tersebut, dan yang terakhir bagaimana cara melaksanakan tindakan tersebut.

Dalam sebuah perencanaan juga perlu memperhatikan sifat rencana yang baik. Sifat rencana yang baik yakni :

Pemakaian kata-kata yang sederhana dan jelas dalam arti mudah dipahami oleh yang menerima sehingga penafsiran ang berbeda-berbeda dapat ditiadakan.

Fleksibel, suatu rencana harus dapat menyesuaikan dengan keadaan yang seebenarnya bila ada perubahan maka tidak semua rencana dirubah dimungkinkan diadakan peneysuaian-penyesuaian saja. Sifatnya tidak kaku harus begini dan begitu walaupun keadaan lain dari yang direncanakan.

Stabilitas, tidak perlu setiap kali rencana mengalami perubahan jadi harus dijaga stabilitasnya setiap harus ada dalam pertimbangan. Ada dalam perimbangan berarti bahwa pemberian waktu dan faktor-faktor produksi kepada siapa tujuan organisasi seimbang dengan kebutuhan. Meliputi seluruh tindakan yang dibutuhkan, jadi meliputi fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi.

Klasifikasi Sistem Informasi Berdasarkan Fungsionalitas Bisnis

Sistem Informasi Akuntansi,

sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi Akuntansi. Sistem ini mencakup semua transaksi yang berhubungan dengan keuangan dalam perusahaan.

Sistem Informasi Keuangan,

sistem informasi yang meneyediakan informasi pada fungsi keuangan yang menyangkut keuangan perusahaan.

Sistem Informasi Manufaktur,

sistem informasi yang bekerja sama dengan sistem informasi lain untuk mendukung manajemen perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan.

Sistem Informasi Pemasaran,

sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi pemasaran.

Sistem Informasi SDM,

sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh personalia.

Klasifikasi Sistem informasi Berdasarkan Aktifitas Manajemen

1.Sistem informasi pengetahuan

Sistem informasi yang mendukung aktivitas pekerja berpengetahuan. Sistem seperti ES dan OAS termasuk dalam katagori ini. Contoh : Sistem otomasi perkantoran( office automation system atau OAS)

2. Sistem informasi operasional

Berurusan dengan operasi organisasi sehari-hari, seperti penempatan pesanan pembelian dan pencatatan jumlah jam kerja pegawai. TPS, SIM, dan DSS sederhana termasuk ke dalam jenis sistem informasi ini Contoh : penenmpatan pesanan pembelian dan pencatatn jumlah jam kerja pegawai.

3. Sistem informasi manajerial

Sistem informasi manajerial atau disebut juga sistem informasi taktis adalah sistem informasi yang menunjang kegiatan-kegiatan yang bersifat manajerial Contoh : – Ringkasan statistic -laporan perkecualian -laporan periodis dan laporan yang dibutuhkan sewaktu waktu -analisis perbandingan -proyeksi -pendeteksian -Keputusan-keputusan rutin -Hubungan antar manajemen

4.Sistem informasi strategis Sistem informasi yang digunakan untuk menangani masalah-masalah strategis dalam organisasi. Sistem ini sangat bermanfaat untuk mendukung operasi dan proses-proses manajemen yang menyediakan jasa dan produk strategis untuk menuju ke keunggulan yang kompetitif. Contoh : penyediaan jasa dan produk strategis

Defenisi Pemograman

Pemrograman adalah proses menulis, menguji dan memperbaiki (debug), dan memelihara kode yang membangun sebuah program komputer. Kode ini ditulis dalam berbagai bahasa pemrograman. Tujuan dari pemrograman adalah untuk memuat suatu program yang dapat melakukan suatu perhitungan atau ‘pekerjaan’ sesuai dengan keinginan si pemrogram. Untuk dapat melakukan pemrograman, diperlukan keterampilan dalam algoritma, logika, bahasa pemrograman, dan di banyak kasus, pengetahuan-pengetahuan lain seperti matematika.

Pemrograman adalah sebuah seni dalam menggunakan satu atau lebih algoritma yang saling berhubungan dengan menggunakan sebuah bahasa pemrograman tertentu sehingga menjadi sebuah program komputer. Bahasa pemrograman yang berbeda mendukung gaya pemrograman yang berbeda pula. Gaya pemrograman ini biasa disebut paradigma pemrograman. Apakah memprogram perangkat lunak lebih merupakan seni, ilmu, atau teknik telah lama diperdebatkan. Pemrogram yang baik biasanya mengkombinasikan tiga hal tersebut, agar dapat menciptakan program yang efisien, baik dari sisi waktu berjalan (running time), atau memori.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑